Pemuda, Jadilah Pembawa Perubahan

Pemuda, Jadilah Pembawa Perubahan

Pemuda, bagaimana kabarmu hari ini? Banyak keluh kesah jika kita berbicara tentang pemuda masa kini. Kita lihat, pergaulan bebas semakin merajalela di kalangan remaja. Sebagian dari mereka melakukan tawuran dan perkelahian antar pelajar, penyalahgunaan narkotika termasuk obat-obatan terlarang dan minum minuman keras, hubungan s*ksual atau s*ks pra-nikah, hingga pada tataran melakukan tindakan kriminal (diambil dari berbagai macam sumber).

Sedikit cerita di masa SMP dulu. Aku memiliki teman yang periang dan selalu rame di kelas. Dengan kata lain, “gak ada loe gak rame”. Sebutlah ia Rifa. Suatu hari ia datang di kerumunan teman-teman, kurang lebih 5 orang ketika itu dan salah satunya adalah aku. Oiya sebelumnya kamu juga harus membaca Panduan Merias Diri Sesuai Syariat Islam.

Rifa cerita kepada kami dari kejadian semalam di rumahnya. Sedih mendengar ceritanya. Apa yang terjadi? Ya, ia sudah melakukan hubungan s*ks dengan pacarnya. Namun yang membuatku lebih miris lagi adalah, ia bercerita sambil tersenyum dan tak sedikitpun merasa bersalah.

Begitupun ketika SMK, banyak temanku yang hamil di luar nikah. Sampai SMK ku pernah disebut dengan julukan “SMK bergoyang”. Di manakah jati para pemuda saat ini? Pemuda yang disebut sebagai agen perubahan nyatanya mayoritas pemuda justru menjadi sampah masyarakat. Mental mereka sangat rapuh, baper dengan hal-hal percintaan hingga menyebabkan mereka terjerumus pada lumpur penuh dosa.

Bisa dilihat dari demografi Indonesia sendiri, penduduk pada usia remaja mencapai angka 30%. Hal ini juga membuktikan bahwa jumlah remaja di Indonesia sangat besar. Namun sayangnya, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional, justru 50-60% remaja justru menjadi pengguna narkoba (kapanlagi.com, 17/03/2017).

Realita ini semakin parah oleh fakta lapangan bahwa 90% video p*rn* yang beredar dalam beberapa tahun terakhir diperankan oleh remaja. Tingginya tingkat s*ks bebas ini juga turut meningkatkan angka aborsi (kompasiana, 12/102017).

Video viral terkait aksi senonoh pun bukan lagi dilakukan oleh para remaja, melainkan sepasang bocah SD dengan disaksikan para siswa lainnya juga sorakan gembira di antara mereka.

Ke dua siswa tersebut bercumbu dengan menggunakan seragam SD. Tak ada satu pun yang terlihat dalam video itu yang melerainya. Seluruh anak SD yang berada di sekitar kejadian tersebut, semakin asyik menjadikan momen itu sebagai tontonan.

Mereka yang lupa dengan dosa dan senang tatkala dapat melampiaskan keinginan terlarangnya. Ini menunjukkan ketidaktahuannya dengan Zat yang ia maksiati tersebut, buruknya akibat dan besarnya bahaya kemaksiatan. Rasa senang dengan kemaksiatan yang telah ia lakukan menutup hidayah dari Allah kepadanya.

Pemuda, bangkitlah. Janganlah engkau habiskan waktumu dengan perbuatan yang sia-sia apalagi perbuatan yang mengundang murka dari-Nya. Kembalilah pada jalan-Nya, jalan penuh takwa dan jadilah engkau bagian dari generasi pembawa perubahan.

Kelak, masa mudamu akan ditanya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan , tentang hartanya dari mana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” HR. at-Tirmidzi. Wallahu 'alam bish showab. (dapurpena)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama